Colmar Melukis Masa Depan yang Cerah dengan Koleksi Musim Panas

Musim panas adalah musim harapan bagi Colmar. Karena label mode memadukan konsep dari masa kini dan masa depan, koleksi pakaiannya disebut “Dunia Optimis Baru,” atau, dalam bentuk yang lebih menarik, “SEKARANG Berikutnya.” Colmar mencapai kelahiran kembali melalui desain saat ini sambil menavigasi ide masa depan melalui teknologi, komunikasi, tekstil, gaya, dan pemikiran. Colmar menggunakan kain dan warna untuk menyampaikan hal positif di sepanjang jalan.

Pengabdian Colmar untuk keberlanjutan adalah komponen penting dari musim. Karena label menyediakan desain ramah lingkungan, kreativitas sangat penting. Lambang Colmar Green Path menunjukkan desainnya yang berkelanjutan, yang mencakup berbagai pendekatan terkini, seperti penggunaan tekstil ramah lingkungan, praktik produksi daur ulang bahan, dan fokus pada efek lingkungan selama proses manufaktur.

Untuk musim panas, Colmar mempertahankan suasana hati yang ringan dan ceria. Perasaan ini tercermin dalam desain musim baru merek tersebut. Pakaian ultra-ringan dipadukan dengan energi positif yang melengkapi penggunaan warna Colmar. Sweatshirt bulu tanpa sikat dengan model leher awak dan desain ritsleting penuh tersedia di lini wanita. Koleksi Colmar berwarna pastel termasuk gaun, kaos katun jersey, dan polos katun pique stretch. Colmar menawarkan celana palazzo dan celana pendek sebagai bawahan.

Penawaran musiman Colmar Originals berpusat pada pakaian ramah lingkungan. Merek ini berkonsentrasi pada kata kunci saat ini “Daur Ulang” dan menempatkan hati dan jiwanya ke dalamnya, menciptakan mode sadar lingkungan yang dipikirkan dengan matang.

Colmar menciptakan kain benang tiga lapis daur ulang yang lembut dengan efek satin dan perawatan anti air untuk wanita. Sementara itu, hasil akhir jersey yang ringan dan lapang sangat cocok untuk musim panas. Colmar juga menggunakan teknologi ECOCIRCLE untuk menawarkan serat poliester kehidupan kedua dalam proses daur ulang, menurunkan penggunaan energi dan keluaran karbon dioksida sekitar 50% dibandingkan dengan benang biasa.