Fashion Gothic: Mengungkap Misteri

Lewatlah sudah hari-hari stigma yang terkait dengan mode di mana seseorang yang gayanya terlihat sedikit berbeda dari orang lain menjadi sasaran lelucon dan keheningan yang canggung. Sekarang para fashionista dapat menciptakan gaya khas mereka sendiri dengan mengenakan jeans compang-camping atau mengayunkan gaya rambut bergaris merah muda.

Orang-orang tidak lagi menahan hidung mereka pada gaya ini lagi; mereka tidak mengasosiasikannya dengan kutukan setan atau mencoba melabeli orang-orang yang berpakaian ala punk sebagai orang gila yang mengoceh. Mereka lebih menerima apa yang mampu ditunjukkan oleh fashion kepada mereka. Faktanya, gaya adalah tentang kebebasan, dan tidak terikat pada agama, moralitas, atau satu tema dan pemikiran. Kolaborasi ide, emosi, dan kreativitaslah yang melahirkan gaya baru. Selain itu, dengan munculnya dunia digital, media sosial menciptakan kesadaran tentang jenis mode baru setiap hari.

Orang-orang sekarang memiliki lebih banyak kebebasan untuk membeli dari merek fesyen favorit mereka secara online dan menghemat uang dengan situs diskon seperti GreenPromocode.com. Fashion berkembang dan mengubah kehidupan dan proses berpikir. Orang bisa apa saja, memakai apa saja, apakah itu punk, atau pemberontak, chic atau bohemian, atau kombinasi dari banyak gaya. Tapi jangan lupakan gaya gothic. Ini sering disalahpahami atau bahkan misterius. Tapi tahukah Anda dari mana asalnya?

Lebih dari sekadar gaya, goth sebenarnya adalah subkultur yang dimulai di Inggris pada awal 1980-an dan dikategorikan sebagai menakutkan, kuno, homogen, dan misterius. Estetika gaya gothic terinspirasi oleh fiksi gothic abad ke-19 dan film horor berdasarkan kultus vampir dan mitologi, dengan musik yang berkaitan dengan gaya deathrock dan darkwave.

Gaya gothic diambil dari pakaian Victoria dan Edwardian dan dapat mencakup mengenakan ansambel hitam pekat dengan bibir ungu, merah atau hitam, dan rambut. Gaya gothic memiliki hubungan yang kuat dengan fashion. Pada awal 2000-an, perancang busana terhormat seperti Alexander Mcqueen membawa elemen gaya gothic ke landasan, di mana ia mendapat nama trendi “Haute Goth.”